« 2 tipe laki2 | Main | Cerita Tentang Tiket Kereta »

December 28, 2006

Apa yang kuinginkan...

Menyatakan apa yang kuinginkan mengingatkanku pada training ESQ pada sesi mission statement.

Kalo yang dah pernah ikutan, pasti ngerasain bagian ini bagian yang paling menyeramkan. Ruangannya digelapin.Peserta disuruh berpasang-pasangan (tentunya perempuan sama perempuan, laki2 sama laki2 lagi). Masing-masing pasangan duduk berhadap-hadapan. Mereka diinstruksikan untuk saling menanyakan apa yang mereka inginkan. Caranya dengan saling berpelukan (kayak teletabis :P ).

Peserta yang bertanya mengatakan :

"apa yang kau inginkan?" sambil memukul punggung rekannya sekeras2nya

Peserta yang ditanya harus serta merta menjawab apa yang ada dalam hatinya ttg apa yang dia inginkan sekeras-kerasnya. Satu kali pertanyaan satu kali jawaban plus satu kali pukulan (buseeet... sakit euy!). Dan jawaban gak boleh diulang, harus beda-beda.

Kenapa musti dipukul? karena (kata trainernya) dengan dipukul itu akan memudahkan kita mengungkapkan apa  yang terpendam dalam hati kita. Jadi nanti akan keluar semua rahasia-rahasia yang terpendam dalam diri kita (wow!!!). Makanya sebelum simulasi ini dimulai tiap pasangan peserta berjanji untuk saling menjaga rahasia.

Hmmm... menegangkan

Masalahnya mayoritas peserta berpasangan dengan orang yang baru dikenal saat training. Gawat surawat...

Untuk lebih memperjelas, di atas panggung dua orang asisten trainer mencontohkan bagai mana seharusnya simulasi ini berlangsung.

Memang benar ternyata jawaban2 yang keluar adalah jawaban yang manusiawi. Dalam artian gak direkayasa karna jaim. Misalnya: uang, kedudukan, wanita, etc etc...

Ketika simulasi itu berlangsung, situasi makin menyeramkan. Lampu ruangan dipadamkan, dan diperdengarkan pertanyaan dari malaikat penjaga kubur pada manusia. Seolah-olah teman yang bertanya pada kita berubah menjadi malaikat penjaga kubur dan kita adalah mayitnya (wuuuuu, serem amat). Suaranya keras banget sampe-sampe mobil2 yang sensitif alarmnya bunyi bersahut-sahutan.

Nah... aku juga heran, waktu aku menjalani simulasi ini... apa yang kuinginkan ternyata sesuatu yang baik2 :D wehehehe...

Tapi dalam praktiknya, seringkali apa yang kulakukan tidak mendukung apa yang kuinginkan dan kusebutkan saat simulasi.

Apa dalam diriku udah terlalu banyak evil nya ya? sampe-sampe apa yang sebenarnya tersimpan di dasar hati (ci yeee... ) tidak bisa muncul dan menjadi sikap yang nyata. Astaghfirullaah.

Mungkin ini yang disebut dengan belenggu yang menghalangi dorongan dari god spot untuk diimplementasikan dalam kehidupan.

Dan yang paling aneh, seringkali apa  yang diinginkan itu yang tidak diperlukan dan tidak harus dilakukan. Duh... manusia...

Apa yang kuinginkan saat ini:

  • olahraga
  • "bermain"
  • belajar bahasa jepang
  • menghafal alquran
  • ngeblog
  • xxxxxxx (sensor :P)
  • tidur
  • nangis...

Padahal yang harus kulakukan saat ini (diantaranya) adalah:

  • ngerjain PR (setumpuk-tumpuk....)
  • ngerjain CPM
  • blajar buat ujian akhir semeter
  • wawancara mbak siti (mantan ketua salimah)
  • etc etc...

smoga aja dengan shaum hari ini evil-evil yang bersarang dalam diri bisa musnah perlahan.

kan... dalam hadits, shaum arafah itu menghapus dosa tahun ini dan tahun depan.

amiiin...

Selamat Hari Arafah

Selamat Idul Adha

Comments

teh bagaimana caranya bikin hyperlink bisa jadi nyambung ke iqragetruth.blogspot.com??


xxxxxxx (sensoran)

Biar saya tebak...

Pasti huruf depannya M, huruf akhirnya H, iya kan ? :)

:)


Ngapain disensor segala ? :)

kok antum yakin betul sih dgn tebakan antum?
kan belum tentu benar...
coba buka kamus, kan banyak kata yang terdiri dari 7 huruf.
=D


He he he... gak tahu juga sih tiba2 nebaknya kepikiran kata yang satu itu...

Udah terlalu sensitif untuk kata yang satu ini... :)

ya... maklumlah dah tingkat empat...
emang begitu umumnya

det, bukannya harusnya yang kelura tuh sih sifat asli kamu tapi yang selama ini kamu pendam....kalau aku sih yang keluar, aku ingin berani...walaupun setelah itu aku lebih prefer jujur kepada diri sendiri...hehe...ternyata susah untuk jadi orang jujur...mungkin karena kita terlalu ingin terlihat sempurna di mata makhluq-Nya...

Oh gitu ya Mam?
berarti sifat asli ku bagus dong :P
Alhamdulillah

Mungkin susah untuk bisa berani karena itu benar2 terpendam. Jadi harus digali dulu.

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .


My Photo
Powered by Friendster Blogs

May 2007

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31